Spektrum Keberadaan

Gambar oleh Kharim Ghantous dari Unsplash

Terkadang keberadaan saya sepertinya hampa.
Kehidupan tak pernah peduli akan saya.

Adakalanya pula keberadaan saya seperti ditimpakan pada saya.
Kehidupan terjadi karena saya tidak berdaya.
Dan saya tidak bisa memilih.

Sering kali keberadaan saya serasa untuk saya.
Kehidupan adalah hak saya.
Dan karenanya saya sibuk menjaga keterbatasan dan kelangkaan.

Berkali-kali pula keberadaan saya tampak perlu saya.
Kehidupan membutuhkan saya untuk bisa terjadi.
Sayalah pahlawannya, karena kalau bukan saya, siapa lagi?

Sering kali keberadaan saya tampaknya oleh saya.
Kehidupan hanya bisa terjadi, karena kemampuan saya.
Sayalah yang memperjuangkan segalanya.

Sewaktu-waktu keberadaan saya tampaknya bersama saya.
Kehidupan berlangsung karena saya bekerja sama dengan yang lain.
Namun saya sibuk berhitung dan memastikan hak dan kewajiban saya dan mereka.

Berkesadaran mengingatkan bahwa keberadaan saya bukan saya.
Kehidupan melalui saya.
Kian saya berselaras, kian leluasa Kehidupan menjadikan saya pintu.
Kian saya tiada, kian leluasa Kehidupan berekspresi.

Ketiadaan, bukan hampa.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s