Duduk bersama Pikiran

Gambar oleh Jonas Vincent Xu dari Unsplash

Duduklah dengan nyaman, seperti ketika berlatih Duduk Diam.

Jika ingin, Latihan ini boleh dimulai dengan merasakan nafas atau merasakan tubuh.

Dalam batin kita, selain banyak perasaan yang muncul dari saat ke saat, juga banyak sekali pikiran, yaitu ingatan-ingatan masa lalu, dan rencana-rencana yang ingin kita lakukan. Sadari pikiran apapun yang muncul – berbagai kisah dan imajinasi, ingatan ataupun angan-angan. Tidak ada yang salah ataupun benar.

Sadari semuanya:

  • Tanpa menolak, tanpa judging – benar salah, baik buruk, sudah belum, kuno modern, aneh biasa, dan seterusnya……
  • Tidak larut, tidak menanggapi dan membuat kisah baru
  • Tidak juga menganalisa

Coba sadari juga:

  • Jika ada perasaan yang muncul menyertai setiap pikiran yang sedang disadari.
  • Momen kesadaran yang sangat singkat, di mana batin sedang menyadari pikiran.

Setiap kali sadar bahwa baru saja larut dan hanyut dalam ingatan atau jadi berpikir, tidak harus langsung kembali pada nafas ataupun tubuh, lanjutkan menyadari pikiran atau apapun obyek kesadaran yang muncul selanjutnya.

Jika sedang banyak sekali pikiran (dan perasaan) yang muncul sehingga sulit untuk tidak terbawa, biasanya akan membantu untuk menarik beberapa nafas dalam dan mengeluarkannya dengan perlahan. Lalu, kita bisa berdiam bersama nafas, atau tubuh selama beberapa waktu, sebelum kembali berdiam bersama pikiran (dan perasaan).

Lakukan setiap hari selama 5 menit, atau selama yang dapat dilakukan, meskipun jika yang dapat dilakukan adalah 1 menit atau 10 menit.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s