Articles

HBR Daniel Goleman
Here’s What Mindfulness Is (and Isn’t) Good For by Daniel Goleman

Walau tidak semua kajian ilmiah tentang berkesadaran memberikan kesimpulan yang tepat, beberapa ‘gold standard studies’ benar-benar menunjukkan manfaat berkesadaran, seperti: kemampuan fokus yang tajam, pengelolaan stress secara efektif, berpikir strategis yang melibatkan kompleksitas, serta menajamkan empati.

Go to Full Article at HBR

HBR Megan Reitz and Michael Chaskalson
How to Bring Mindfulness to Your Company’s Leadership by Megan Reitz and Michael Chaskalson

Pelatihan berkesadaran akan memberikan kemampuan pemimpin di organisasi untuk lebih tangguh, mudah bekerja sama, dan kemampuan memimpin dalam situasi yang kompleks sekalipun. Namun manfaat ini hanya bisa didapatkan ketika setidaknya dilatih 10 menit setiap harinya.

Go to Full Article at HBR

journal of management
Journal of Management

Melalui meta studi – studi yang mempelajari berbagai studi – sebuah ‘framework’ diusulkan untuk melihat keterkaitan kesadaran dalam konteks hasil kerja di organisasi, yang dikategorisasikan dalam unjuk kerja, hubungan kerja, dan kesehatan jasmani rohani.

Go to Full Journal

HBR Carol Dweck
What Having a “Growth Mindset” Actually Means by Carol Dweck

Artikel ini membahas menjawab mispersepsi tentang ‘growth mindset’: bahwa ‘pure growth mind set’ memang tidak pernah bisa dicapai terus menerus, bahwa ekosistem ‘growh mindset’ tidak melulu sibuk mengelu-elukan proses, namun hasil nyata bisa dilihat jika pelaku kerja benar-benar menjiwai pekerjaannya, bahwa untuk membudayakan ‘growth mind set’, perlu ekosistem yang dengan sengaja dibangun oleh perusahaan.

Dalam konteks ini, Senantiasa Berada melatih untuk peka merasa bahwa seseorang berpindah dari growth mind set ke fixed mind set, melatih orang untuk benar-benar masuk ke pekerjaan yang saat itu sedang dilakukannya (single tasking), dan Senantiasa Berada juga memerlukan Ekosistem Tumbuh Kembang.

Go to Full Article at HBR

harvardneurocrop
The neuroscience behind mindfulness

Tulisan ini merupakan catatan ringan tentang kuliah yang diberikan oleh Dr. Sara Lazar, pengajar di Harvard Medical School dan Mass General Hospital, yang sekaligus juga seorang neuroscientist yang mengkhususkan diri di bidang meditasi. Kuliah tersebut membahas perbedaan di dalam otak dari mereka yang melakukan meditasi selama 8 minggu selama 40 menit dengan yang tidak melakukan.

Go to Harvardneuro blog