Kita adalah Cerita Kita

rafaela-biazi-551720-unsplash
Photo by Rafaela Biazi on Unsplash

Sadar atau tidak, pada akhirnya, kita adalah cerita kita.
Terlepas apakah kita bersengaja atau tidak.

Cerita kita adalah pesan kita.
Bagi yang lain.
Bagi yang kita tinggalkan.

Bagaimana kita bisa bercerita dengan sadar?
Bagaimana kita bisa bercerita dengan bersengaja?

Dengan benar-benar masuk.
Dengan benar-benar mengalami dengan tulus.
Apapun yang kita alami.

Hanya dengan tulus merasakan.
Kita bisa dengan tulus memilih.

Bercerita itu memilih.

Memilih artinya kita bersengaja untuk senantiasa baru di setiap saat.
Tidak otomatis bertindak.
Tidak ternaungi oleh kebiasaan.

Namun bersengaja memilih.
Memilih dengan sadar.

Bukan kebetulan akar kata intelegensia, adalah kemampuan untuk memilih.

Memilih niat yang akan diambil
Memilih langkah yang akan diderap.
Memilih karya yang akan dibagi.
Memilih tuan yang akan dilayani.
Memilih apakah ini untuk Diri, atau untuk ego kita.

Berceritalah tanpa perlu menceritakan kita itu siapa.
Berceritalah dengan lepas
Berceritalah untuk menjulang, bukan untuk meninggikan, tapi untuk kian dekat dengan Yang Maha Tinggi.

~ Kontemplasi Kami ~

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s