Nafas

simon-migaj-421505-unsplash
Photo by Simon Migaj on Unsplash

Secara alami –  dengan izin Alam – kita bernafas sejak kita dilahirkan.

Nafas menemani kita dalam perjalanan kembali kita.

Menghirup dan menghembuskan nafas sejatinya adalah mengambil kebaikan kehidupan, dan mengembalikan kebaikan bagi kehidupan.

Memang, semuanya baik. 
Memang, semuanya membaikkan.

Bernafas setidaknya memberikan kita tiga pengalaman penting.

Melalui nafas, kita tak terpisahkan dari yang lain.
Melalui nafas, kita bertimbal balik dengan yang lain.
Melalui nafas, tubuh, emosi, dan jiwa kita  disatukan.

Bernafas merupakan bukti keseharian bahwa kita tak terpisahkan dari yang lain.

Setiap saatnya kita berbagi nafas dengan yang lain.
Setiap saatnya, kita mendapatkan dan memberi nafas bagi alam sekitar kita.  

Udara yang kita hirup berasal dari udara yang dihembuskan yang lain – apapun itu: manusia yang lain, binatang yang yang lain, dedaunan yang lain, dan lain sebagainya.
Ketakterpisahkan ini bukan saja dari isi bumi, namun juga dari seluruh isi semesta, peran sinar matahari sebagai misal.
Ditilik lebih jauh lagi, matahari bisa ada karena adanya proses penciptaan Semesta.

Dengan perspektif ini, bernafas juga merupakan saksi bahwa kita bagian dari evolusi semesta itu sendiri.

Leluhur kita menurunkannya kepada kita, dan Semesta menyiapkannya secara bersama bagi kita. 

Bernafas juga menunjukkan ketimbalbalikan. Kita tak bisa hanya menghirup, tapi juga perlu menghembuskan. Kita tak bisa hanya menolong, tapi kita perlu ditolong. Kita tak bisa hanya berbicara, tapi kita perlu mendengar. Kita menerima, karenanya kita berbagi. Kita belajar, karenanya kita mengajar. Itulah segelintir makna dari ketimbalbalikan dari bernafas.

Bernafas juga menghubungkan roh yang berada di dalam tubuh kita, jasad yang melekat bersama kita, dan juga pikiran yang ada dengan kita.

Dengan bernafas, kita merasakan perubahan pada tubuh: naik turunnya bahu, kembang kempisnya perut dan dada, dan lain sebagainya.
Dengan nafas yang sama, kitapun merasakan adanya kehidupan dalam diri (roh).
Dan dengan nafas yang sama, kita bisa bisa memikirkan proses bernafas itu sendiri. .
Dengan kata lain, nafas menghubungkan ketiganya.

Contemplations ~