Sahabat Saat Panik dan Gelisah

Gambar oleh Digital Photo and Design DigiPD.com dari Pixabay

Rasakan nafas melalui gerakan perut (abdomen) yang mengembang dan mengempis.

  • Tarik napas selama 3 hitungan.
  • Tahan napas selama 1 hitungan.
  • Hembuskan napas selama 5 hitungan.

Lakukan selama diperlukan,
biasanya batin lebih tenang setelahnya.

Lakukan juga saat tidak sedang panik dan gelisah,
biasanya batin akan lebih tenang dari sebelumnya.

3 – 1 – 5
Napas perut
Saat gelisah, saat tidak gelisah.

Makan Berkesadaran

Gambar oleh Louis Hansel dari Unsplash

Duduklah dengan nyaman, seperti ketika Ini tidak berarti selama ini kita makan sambil tertidur.

Makan Berkesadaran adalah makan dengan penuh kesadaran akan semua yang terjadi saat kita sedang makan.

  • Melihat makanan.
  • Memutuskan volume dan sendokan makanan dari piring.
  • Menyendok.
  • Menghirup aroma makanan.
  • Membuka mulut.
  • Rasa makanan ketika baru masuk mulut, ketika sedang dikunyah, dan sesaat sebelum ditelan.
  • Mengunyah.
  • Menelan.

Karena prosesnya sudah otomatis, kita cenderung tidak menyadari lagi, juga tidak pernah lagi benar-benar merasakan apa yang kita makan dengan sepenuhnya.

Ada yang bilang, Makan Berkesadaran ini membuat berat badan yang berlebih menjadi berkurang.

Tiba Sepenuhnya

Gambar oleh Jon Tyson H dari Unsplash

Hari ini, setiap kali tiba di sebuah tempat, cobalah untuk benar-benar tiba – tidak ada sedikitpun bagian dari keberadaan kita yang tertinggal di tempat lain.

  • Ketika tiba di rumah, melangkah ke dalam rumah tanpa pikiran yang berhubungan dengan tempat lain selain rumah,
  • Ketika masuk ke ruang meeting (rapat), masuklah dengan hanya memikirkan tentang agenda meeting saat itu, tidak masih memikirkan percakapan atau pending (tertunda) di meeting sebelumnya.
  • Ketika tiba di supermarket (pasar swalayan), masuklah dengan memikirkan tentang kegiatan berbelanja yang perlu dilakukan, tidak sambil berpikir tentang berbagai hal yang perlu dilakukan setelah berbelanja.

Tiba Sepenuhnya adalah hadiah terbesar yang bisa kita berikan bagi orang-orang di sekitar kita,
juga hadiah terbesar bagi diri kita sendiri.

Hadiah terbesar ini, invaluable – tak ternilai.

Duduk Bersama Kesulitan

Gambar oleh Luis Villasmil dari Unsplash

Duduklah dengan nyaman, seperti ketika berlatih Duduk Diam.

Rasakan nafas, rasakan tubuh, tidak dengan fokus yang disengaja, tetapi dirasakan mana yang lebih terasa secara alami.

Ketika mulai muncul pikiran dan ingatan, sadari jika ada pikiran-pikiran yang kurang menyenangkan. Kurang menyenangkan di sini tidak perlu berupa sesuatu yang dramatis, cukup hal sehari-hari seperti kecemasan karena ada sesuatu yang terlupa, kekesalan karena lalu lintas yang kacau, atau rencana hari ini yang tidak terwujud.

  • Sadari ketegangan yang muncul dalam tubuh yang menyertai munculnya pikiran ini.
  • Rilekskan ketegangan tersebut.
  • Sadari kembali pikiran tersebut, apakah rasa cemas, kesal ataupun kecewa yang tadi dirasakan masih sekuat sebelumnya?
  • Kembali ke langkah pertama di atas.

Lakukan setiap hari selama 5 menit, atau selama yang dapat dilakukan, meskipun jika yang dapat dilakukan adalah 1 menit atau 10 menit.

Jika kita tidak dapat mengubah apa yang ada, kita bisa mengubah bagaimana respon kita terhadapnya.

Pelepas Kebiasaan

Gambar oleh Goran Horvat dari Pixabay

Pilih satu atau beberapa hal yang sederhana, dan biasa dilakukan. Lakukan dengan cara yang berbeda. Misalnya:

  • duduk di sisi yang berbeda di ruang meeting (rapat).
  • mengenakan alas kaki dimulai dari kaki kanan dulu, jika biasanya kiri, atau sebaliknya.
  • mengambil lajur yang berbeda ketika berkendara.
  • melakukan pekerjaan atau menerapkan proses kerja yang baru atau berbeda di tempat bekerja.
  • mencoba menerapkan pola pengambilan keputusan atau kebijakan yang berbeda di organisasi.

Sadari apa yang dirasakan, apa yang muncul dalam batin, dan apa yang terjadi dengan tubuh dan nafas.

Sadarkah kita, berapa banyak hal yang kita lakukan, pilihan yang kita ambil, yang sifatnya auto-pilot?